ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is a disease with a serious problem because the transmission is very easy, which until now has become a worldwide concern. The level of healing and pain in pulmonary TB is very high. The poor condition of patients with pulmonary TB can affect nutritional status so that malnutrition occurs. People with pulmonary tuberculosis will continue to increase every year if comprehensive treatment is not carried out, especially in nutrition programs that are not good and supportive. The purpose of this study was to describe Nursing Care in who was diagnosed with Pulmonary Tuberculosis in meeting the nutritional needs using a case study method with the nursing process approach. The results showed that nutritional imbalance was less than the need with a sign of decreased client weight, weak client, client felt nausea, pale and dry lip mucosa, anemic eyes, dull hair, Hb 10.4 g / dl and albumin 2.17 g / dl. The application of nursing care is carried out to fulfill the client's nutritional requirements. It can be concluded that with the application of nursing care, the patient's nutritional needs can be adequately restored. In the application of this care it is recommended that nurses involve families and patients in determining diet or nutritional fulfillment and applying nursing care well and in accordance with the diagnosis that appears. ABSTRAK Tuberkulosis paru merupakan penyakit dengan masalah serius karena penularannya sangat mudah, sedangkan tingkat penyembuhan dan kesakitan penderita sangat tinggi. Buruknya kondisi penderita TB Paru dapat mempengaruhi status gizi sehingga terjadi malnutrisi. Penderita Tuberkulosis Paru akan terus meningkat setiap tahunnya jika tidak dilakukan penanganan yang komprehensif terutama pada program nutrisi yang mendukung. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan asuhan Keperawatan pada pasien Tuberkulosis Paru dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan dengan tanda berat badan klien menurun, klien lemah, klien merasakan mual, mukosa bibir pucat dan kering, mata anemis, rambut kusam, Hb 10,4 g/dl dan albumin 2,17 g/dl. Penerapan asuhan keperawatan dilakukan untuk memenuhi kebetuhah nutrisi klien. Dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan asuhan keperawatan, kebutuhan nutrisi pasien dapat adekuat kembali. Pada penerapan asuhan ini disarankan agar perawat melibatkan keluarga dan pasien dalam menentukan diet atau pemenuhan nutrisi serta menerapkan asuhan keperawatan dengan baik dan sesuai dengan diagnosa yang muncul.
Copyrights © 2020