Permasalahan besar energi nasional ada 3 yaitu konsumsi energi fosil yang cenderung membesar, pemanfaatan energi campuran masih timpang, dan harga minyak dunia tidak menentu. Penggunaan bahan bakar nabati merupakan jawaban dari permasalahan energi nasional. Jenisnya adalah minyak nabati murni (bio-oil), bio-diesel, dan bio-etanol. Bio-diesel untuk pengganti solar, bio-etanol untuk premium, sedangkan bio-oil untuk minyak tanah, setelah memenuhi syarat-syarat khusus. Minyak nabati murni dapat dipakai sebagai pengganti minyak tanah dengan alat (kompor) khusus. Artikel ini disusun dari penelitian yang memodelkan salah satu karakteristik bahan bakar, yaitu porositasnya, dan mengkaitkannya dengan kualitas pembakaran. Dengan obyek bahan bakar nabati, hasil penelitian ini diharapkan memberikan tambahan pengetahuan tentang proses pembakaran bahan bakar nabati yang lebih efektif dan efisien. Tujuan akhirnya adalah ikut menyumbangkan pemikiran pada permasalahan energi alternatif untuk pengganti bahan bakar fosil. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa analisis nyala api berbasis gambar rekaman pembakaran bisa digunakan untuk memprediksi tingkat porositas bahan bakar. Minyak nyamplung dan jarak pagar memiliki kepadatan aliran lebih baik dari minyak kapas, kapuk, dan sawit. Sebaran nyala juga lebih luas. Sebagai pengganti minyak tanah, minyak nyamplung dan jarak pagar diindikasikan mampu menghasilkan efektifitas dan efisiensi yang lebih baik dari ketiga jenis minyak nabati lainnya.
Copyrights © 2020