Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
Vol 3, No 1 (2021): APRIL

AMALGAMASI RUANG FISIK DAN DIGITAL

Megawati Putri (Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara)
Suwardana Winata (Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
30 May 2021

Abstract

Martin Heidegger describes dwelling as every process by marking the earth that transforms space into place. Dwelling begins with man observing his environment and collecting the surrounding information. The information is saved in his memory which ignites the thought of building. Today, we continuously surround ourselves with screens that feeds us many information we can think of. Information are displayed to humans in such little time and very minimum ways to comprehend by making the process of dwelling cannot be properly experienced. We still need to translate what is intangible to be tangible because humans are so interdependent with the artefacts that they create This project will show how architecture will occur when humans inhabit after experiencing an information. The point that will be focused on is how digital information will become more experiential information that requires more than our eyes to receive it. With this architectural design and the aid  of the technological advancement within the past year to truly incorporate the two realities, the physical and digital.Keywords:  dwelling; experential; information; two realities AbstrakMenurut Martin Heidegger, berhuni adalah segala proses menandai bumi yang mengubah ruang menjadi tempat. Awal dari proses berhuni ditandai dengan manusia mengenali lingkungannya dalam bentuk informasi. Informasi tersebut disimpan dalam bentuk memori. Lalu dilanjutkan dengan proses membangun yang didasari oleh memori tersebut.  Saat ini, manusia terus menerus mengelilingi diri dengan layar yang memberikan semua informasi yang dapat kita pikirkan. Kecepatan kita menerima infromasi dan cara kita menerimanya hanya memberi rangsangan bagi indera visual kita sehingga terkadang menyebabkan informasi tersebut tidak memberi kesan mendalam di benak kita. Akibat dari terjadinya hal tersebut, proses berhuni tidak dapat berlangsung dengan baik. Pada kenyataannya manusia masih perlu menerjemahkan apa yang tidak berwujud menjadi berwujud karena manusia sangat bergantung dengan artefak yang mereka buat. Proyek ini akan menampilkan bagaimana arsitektur akan terjadi saat manusia berhuni setelah mengalami sebuah informasi. Poin yang akan ditekankan adalah bagaimana informasi digital akan diterjemahkan menjadi informasi yang lebih eksperiensial yang membutuhkan lebih dari mata kita untuk menerimanya. Dengan bantuan kemajuan teknologi terakhir untuk benar-benar menggabungkan dua realitas, fisik dan digital.  berhuni; dua realitas; eksperensial; informasi

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jstupa

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Engineering Social Sciences

Description

Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur ...