Pengendalian korosi adalah aspek yang dianggap penting secara teknis, ekonomis, dan estetika. Inhibitor menjadi salah satu bagian dari pengendalian korosi yang bekerja menekan lajuĀ korosi dengan meminimalisir reaksi logam dengan lingkungan. Penggunaan inhibitor dianggap mudah dan efektif pada pengaplikasian pada area tertentu (in situ). Green Inhibitor merupakan inhibitor yang dapat terurai secara biologis, tidak mengandung logam berat, biasanya di hasilkan dari ekstrak tanaman dan buah buahan. Jambu biji merah (Psidium Guajava) merupakan tanaman yang memiliki populasi dan produksi yang besar dimana sampah daun kering yang dihasilkan belum dimanfaatkan optimal. Daun jambu biji merah memiliki kandungan tannin yang memiliki kemampuan sebagai inhibitor korosi. Larutan inhibitor hasil ekstraksi daun jambu biji merah dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut air dilakukan dan dibandingkan dengan ekstrak daun jambu merah pabrikan yang dilarutkan dalam air untuk menguji kemampuan inhibisinya dalam media korosif asam maupun garam. Dilaporkan penambahan ekstrak daun jambu biji merah menurunkan laju korosi pada baja ASME SA36 baik melalui proses ekstraksi dengan menggunakan maserasi menggunakan pelarut aquades maupun menggunakan ekstrak pabrikan yang dilarutkan dalam air, pada kedua media korosif. Larutan inhibitor hasil ekstrasi dengan metode maserasi menggunakan pelarut air efektif menghambat laju korosi 27% pada media korosi air laut, sedangkan untuk media korosif HCl penambahan ekstrak pabrikan yang dilarutkan dalam air efektif menghambat 55% korosi.
Copyrights © 2020