Statement : Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan
Vol. 11 No. 1 (2021): Statement | Jurnal Media Informasi Sosial dan Pendidikan

POLIGAMI DALAM PANDANGAN ULAMA YANG TIDAK MENIKAH

Abd Muid Nawawi (Institut PTIQ Jakarta)
Nur Rofiah (Institut PTIQ Jakarta)
Nur Faizah (Institut PTIQ Jakarta)



Article Info

Publish Date
26 Apr 2021

Abstract

Kesimpulan penelitian ini. secara umum bahwa poligami hanya dibenarkan dalam kondisi darurat. Pendapat ini dipegang oleh sayyid Quthb, Wahbah az-Zuhaily dan pendapat ini dipegang oleh sebagian besar mufassir kontemporer. Sementara pendapat lain melihat ayat tentang poligami sebagai rangkaian ayat yang berbicara tentang perlakuan adil terhadap anak yatim dan keluarga, bukan dalam konteks memotivasi apalagi mengapresiasi poligami. Karena memang tradisi pada masa itu poligami adalah salah satu tradisi pernikahan yang lumrah. Keadilan dalam cinta yang menurut kelompok pertama bukan sebagai syarat pernikahan poligami ( an-Nisâ`/4:129), justru merupakan perpanjangan tangan dari gagasan kuno yaitu pernikahan sebagai penundukan. Tentunya hal ini bertentangan dengan dengan ruh pernikahan dalam islam yang seharusnya berlandaskan sâkinah, mawaddah dan rahmah. Metode penafsiran yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tafsir maudhû’i (tematik) dan metode tafsir muqâran (komparasi) dengan pendekatan kualitatif

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

statement

Publisher

Subject

Religion Education

Description

jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Studi Kebijakan yang bernaung dibwah Perkumpulan Masyarakat Peduli Pendidikan (PMPP), menerima naskah hasil penelitian dalam bidang ilmu sosial diantaranya pendidikan, agama dan kajian ilmu sosial ...