Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science)
Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Pharmacy and Science

Formulasi  Krim Epigallocatechin gallate Sebagai Anti Aging

Nailufa, Yuyun (Unknown)
Ainun Najih, Yuli (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2020

Abstract

Penuaan dini merupakan masalah besar bagi seorang wanita. Penuaan dini dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri. Tanda – tanda penuaan dini diantaranya adalah munculnya bintik-bintik hitam, muncul garis halus, pori-pori terlihat mulai membesar, kusam, wajah terasa kasar, mata berubah bentuk, kulit wajah mengendur bahakan bisa terjadi perubahan warna kulit. Banyak faktor yang dapat memicu terjadinya penuaan dini yaitu paparan sinar matahari yang berlebih, posisi tidur, konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, kulit kurang istirahat karena selalu memakai make up, stres, kurang tidur dan genetik. Penuaan dini dapat dicegah dengan menggunakan kosmetik anti aging. Salah satu zat yang dapat digunakan sebagai anti aging adalah epigallocatechin gallate. Epigallocatechin gallate merupakan senyawa dari bahan alam yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan epigallocatechin gallate lebih tinggi daripada vitamin C dan vitamin E. Epigallocatechin gallate merupakan antioksidan yang tinggi (100 kali vitamin C atau 25 kali vitamin E). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi krim anti aging dengan bahan aktif epigallocatechin gallate dengan konsentrasi basis krim yang berbeda sehingga didapatkan krim anti aging dengan karakteristik fisik yang optimal. Basis krim merupakan bahan eksipien utama dalam membentuk konsistensi sediaan krim. Pada penelitian ini basis krim yang digunakan adalah lexemul CS-20 dimana basis krim ini mengandung kombinasi 2 basis krim yaitu cetearyl alcohol dan ceteareth-20). Peneliti berharap dengan hanya menggunakan satu bahan saja mampu memberikan hasil yang optimal. Pada penelitian ini ingin mengetahui pengaruh konsentrasi basis krim terhadap karakteristik fisik krim epigallocatechin gallate. Konsentrasi basis krim yang digunakan adalah 10%, 15% dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula F1, F2 dan F3 secara organoleptis sama yatu berwarna putih dan homogen, hanya pada formula F1 sedikit encer . Berdasarkan hasil uji pH pada formula F1, F2 dan F3 memberikan hasil yang tidak berbeda bermakna. Semua formula adalah krim dengan tipe emulsi minyak dalam air. Semakin tinggi konsentrasi basis krim memberikan nilai viskositas yang lebih tinggi, sebaliknya semakin tinggi konsentrasi basis krim daya sebar krim semakin kecil. Berdasarkan uji stabilitas dengan metode sentrifugasi terlihat formula F1 tidak stabil karena sediaan memisah menjadi 2 fase, sedangkan pada formula F2 dan F3 sediaan tidak memisah (stabil).

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jps

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology

Description

Journal of Pharmacy and Science (Pharmasci) publishes full-length original articles and reviews. The scope of the journal is pharmaceutical and basic science, including its research and application. The editors, therefore, welcome contributions on the following topics: 1. Clinical pharmacy 2. ...