Pariksa: jurnal Hukum Agama Hindu
Vol 4, No 1 (2020): PARIKSA - JURNAL HUKUM HINDU STAHN MPU KUTURAN SINGARAJA

MAKNA KESEIMBANGAN DAN SOSIAL RELIGIUS TRADISI NYACAHIN SEBAGAI BENTUK PELAKSANAAN AWIG AWIG DI DESA ADAT PUJUNGAN KECAMATAN PUPUAN KABUPATEN TABANAN

I Nyoman Suadnyana (STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja)



Article Info

Publish Date
03 Nov 2020

Abstract

Awig – awig desa pakraman pujungan yang dituangkan dalam tata sukerta bahwa apabila ada warga desa adat yang meninggal , melalui proses penguburan maka diwajibkan untuk melaksanakan upacara nyacahin. Pada saat pelaksanaan tradisi nyacahin ini dilakukan prosesi pembersihan roh orang yang telah meninggal dan pembersihan wilayah perumahan, merajan, pura puseh ,desa serta pura Dang kayangan Manik Terus, nama upacaranya adalah mecaru dan ngerebu.  Setelah selesai semua rangkaian upacara nyacahin ini , maka masa cuntaka/ kotor sudah selesa. Tradisi nyacahin dalam upacara mapendem dilaksanakan apabila ada orang yang meninggal, kemudian dilakukan upacara penguburan atau  makingsan di pertiwi. Pelaksanaan tradisi nyacahin dalam upacara PitraYajña dilaksanakan pada saat tri wara nemu kajeng,  yang dipilih untuk pelaksanaanya yaitu hari yang ganjil, dan tidak boleh lebih dari 11 hari dari saat mapendem.  Dipilih hari yang bertepatan dengan kajeng adalah karena adanya pelaksanakan upacara buta Yajña pada tingkat eka sata. Kemudian diadakan pembersihan (ngrebunin) di merajan suun, pura Puseh, Bale Agung dan pura Dang Khayangan Manik Terus

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

pariksa

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

PARIKSA: Jurnal Hukum Agama Hindu [ISSN: 2598-2850] dikelola oleh Jurusan Dharma Sastra yang merupakan sumber inspirasi dan referensi dalam upaya pengembangan kualitas umat Hindu di bidang intelektual, emosional, dan juga spiritual sehingga umat Hindu dapat turut berperan serta dalam membangun ...