Gereja-gereja di Indonesia pada umumnya memiliki lagu-lagu baku dalam peribadatan mereka. Dengan adanya lagu-lagu baku tersebut maka sering lagu-lagu di luar lagu-lagu tersebut tidak mendapat tempat sama sekali. Padahal banyak lagu-lagu baku tersebut yang teologinyaperlu dikaji ulang. Penulis mengkaji salah satu lagu opular “We Are The Worldâ€, dengan menggunakan pendekatan Revised Correlational yang ditawarkan Tracy dan Browning. Ternyata lagu-lagu ini justru menawarkan seruan solidaritas dan pembebasan yang konon merupakan tugas gereja sepanjang masa. Gereja kemudian dapat bersifat lebih terbuka terhadap lagu-lagu budaya opular yang sevisi dengan perjuangan gereja.
Copyrights © 2016