Al qirôah al hadâtsiyah merupakan sebuah proyek besar modernisasi tafsir al-Qur’an yang digaungkan pertama kali oleh kaum modernis Islam di sepertiga awal abad ke 20 M. Proyek ini digadang-gadang bisa menjadi tafsir alternatif menggantikan tafsir klasik yang diklaim tidak mampu lagi mengejar lajunya perkembangan zaman apalagi memberikan solusi bagi beragam problem yang sedang dihadapi umat Islam di era modern. Dalam implementasinya, para ideolog proyek ini banyak menduplikasi metode-metode yang pernah dipakai oleh para pemikir Barat dalam menafsir ulang Bibel. Mereka meyakini bahwa penggunaan metode-metode tersebut dalam proses membaca ulang teks-teks alQur’an dapat menyingkap pemahaman baru yang lebih luas dan lebih dalam, lebih sesuai dengan tuntutan zaman, namun tetap selaras dengan maksud dan tujuan syariat Islam (maqôshid al syarî’ah). Sehingga keinginan untuk mengembalikan kejayaan Islam tidak lagi menjadi sebuah utopia. Akan tetapi, kenyataan tidak seindah harapan, sebab proyek ini justru menjadi dalang utama dekonstruksi sakralitas al-Qur’an secara khusus dan syariat Islam secara umum saat ini.
Copyrights © 2020