Penginjilan pada hakekatnya adalah pemberitaan kabar baik tentang keselamatan yang kekal di dalam Tuhan Yesus Kristus. Penginjilan menjadi bagian esensial dari eksistensi gereja dan semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat PribadiNya. Dengan perkataan lain, eksistensi gereja dan semua orang percaya ditentukan oleh pelaksanaan tugas penginjilan. Meskipun demikian, dari masa ke masa, tugas penginjilan seringkali hanya sampai pada tataran percakapan. Ada berbagai faktor yang menjadi penghambat tugas penginjilan. Apalagi saat ini di mana gereja-gereja dan semua orang percaya sedang bergumul dengan pandemi Covid-19, tentunya tugas penginjilan jemaat menjadi suatu pergumulan bagi gereja dan semua orang percaya. Artikel ini bertujuan mengemukakan urgensi dan model penginjilan Jemaat dalam masa pandemi covid 19 saat ini. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa urgensi penginjilan tidak pernah berubah dari masa ke masa, meskipun pergumulan dan tantangan dalam melaksanakan tugas penginjilan semakin dinamis dan kompleks. Sedangkan model penginjilan dapat berubah dan perlu direlevansikan dengan kontes, dan saat ini yang menjadi konteks adalah pandemi. Dan dalam masa pandemik Covid-19 ini, model penginjilan yang dapat dilakukan oleh gereja adalah dengan membangun networking di antara gereja dan semua orang percaya dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk melaksanakan tugas penginjilan dan penginjilan melalui pelayanan sosial.
Copyrights © 2020