Jurnal Medika Malahayati
Vol 5, No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2

HUBUNGAN ANTARA TEKANAN DARAH SISTOLIK DENGAN KADAR HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK ARAFAH LAMPUNG TENGAH

Resti Arania (Departemen Patologi Anatomi Rumah Sakit Abdul Moeloek Provinsi Lampung)
Firhat Esfandiari (Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro)
Tusy Triwahyuni (Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)
Alif Rizky Hafizhdillah (Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2021

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang progresif dan dilatarbelakangi oleh resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengarahkan standar Kadar HbA1c yang baik pada kehidupan penderita Diabetes Melitus tipe 2 yang memiliki Riwayat Hipertensi di Klinik Arafah Lampung Tengah tahun 2020. Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional yaitu pengambilan data sewaktu penelitian. Teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Responden dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik Arafah, Lampung tengah tahun 2020. Instrumen penelitian ini berupa rekam medik lengkap pasien diabetes melitus tipe 2. Berdasarkan hasil uji statistic chi-square didapatkan tidak terdapat hubungan dengan hasil p=0,898 (p>0,05). Pada penelitian ini didapatkan distribusi frekuensi jenis kelamin pasien diabetes melitus tipe 2 laki laki sebanyak 16 orang (34,8%), Perempuan sebanyak 30 orang (65,2%). Distribusi frekuensi usia pada pasien diabetes melitus tipe 2 didapatkan 24-45 tahun sebanyak 7 orang (15,2%), 46-65 tahun sebanyak 3 orang (69,6%), >65 tahun sebanyak 7 orang dengan (15,2%). Distribusi tekanan darah sistolik pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan nilai normal ≤140 mmhg sebanyak 34 orang (73,9%), dengan Tinggi >140 mmHg sebanyak 12 orang (26,1%). Distribusi frekuensi kadar HbA1c dengan normal <9% sebanyak 21 orang (45,7%), dengan kadar tinggi ≥9% sebanyak 25 orang (54,3%). Hasil uji statistik chi-square didapatkan tidak adanya hubungan dengan hasil p=0,747 (p>0,05).

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

medika

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Medika Malahayati (JMM) merupakan jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologi; Pendidikan Kedokteran; ...