Jurnal Farmasi Higea
Vol 12, No 2 (2020)

Formulasi dan Evaluasi Gel Infusa Daun Belimbing Wuluh

Verawaty Verawaty (Farmasi, D3 Farmasi, Akademi Farmasi Prayoga Padang, Padang, Indonesia)
Irene Puspa Dewi (Unknown)
Felicia Febrian CH (Unknown)



Article Info

Publish Date
14 Sep 2020

Abstract

Pada Daun belimbing wuluh terkandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menformulasi daun belimbing wuluh menjadi sediaan gel yang baik, efektif, dan aman untuk digunakan, serta menguji efektivitasnya terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Sediaan gel yang didapatkan berupa gel berwarna bening dan kuning bening, tidak memiliki bau, homogen, pH formula 1, 2 dan 3 berturut-turut 5,60, 5,58 dan 5,54 dan tidak mengiritasi kulit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sediaan gel dari infusa daun belimbing wuluh memiliki daya hambat antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis pada formula 1 (10%), 2 (20%) dan 3 (30%) dengan rata-rata diamter zona hambat 10,6 mm, 12,3 mm, dan 29,1 mm. Hal ini menunjukkan pada formula 3 (30%) merupakan konsentrasi yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Uji One Way Anova dalam program Statistical Product And Service Solution (SPSS) 16.0 for Windows, hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata diameter zona hambat pada konsentrasi kelompok adalah signifikan dengan nilai  0,003 (α < 0,005).

Copyrights © 2020