Penelitian tindakan, maka penelitian disini memakai model penelitian tindakan, yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang selanjutnya. Setiap siklus terdapat planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah langkah pada siklus berikutnya adalah perencanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada pra siklus dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan. Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Cooperative Learning memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari pra siklus, suklus I, dan II) yaitu masing-masing 68,18%, 79,01%, dan 86,36%. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah terpenuhi. Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan model pengajaran Cooperative Learning dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pad setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.
Copyrights © 2020