Para jurnalis rentan menghadapi kekerasan dan intimidasi. Kekerasan terhadap insan pers, justru di era reformasi ini cenderung semakin meningkat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kekerasan yang menimpa pada para jurnalis lokal, faktor-faktor yang mendorong terjadinya intimidasi pada wartawan lokal, dan implikasinya pada wartawan tersebut di Kota “A” . Kajian konseptual yang mendasari penelitian ini adalah konsep kekerasan verbal dan non verbal. Pemikiran dari Pierre Bourdieu mengenai kekerasan simbolik yang merupakan hasil dari relasi kuasa juga digunakan dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para jurnalis dari daerah tersebut sering menerima intimidasi berupa bentakan, cacian, teriakan, tamparan bahkan pengusiran. Para jurnalis tersebut bahkan sering mendapatkan teror melalui SMS dan ancaman pembunuhan. Faktor yang mendorong adanya kekerasan pada jurnalis adalah karena para jurnalis itu sendiri seringkali ceroboh dan bertindak gegabah dalam peliputan. Implikasi dari bentuk intimidasi ini adalah trauma secara psikologis, rasa dendam dan perasaan cemas yang berlebih. Saran dari hasil penelitian ini perlunya peningkatan kompetensi dalam peliputan bagi para jurnalis daerah, pemahaman dalam upaya perlindungan hukum bagi para jurnalis saat meliput, dan pelatihan dalam pengendalian emosi serta trauma sebagai akibat dari perlakuan intimidasi.
Copyrights © 2020