Hamlet adalah seorang pangeran di negara Denmark. Ayahnya baru meninggal dan pamannya Claudius naik tahta. Selain itu pamannya juga menikahi ibu Hamlet, Gertrude. Bahkan dikisahkan pula bahwa Hamlet sempat berpura-pura menjadi gila dan bahkan ia juga sempat membuat suatu panggung pementasan dan mengundang sejumlah aktor untuk memainkan sebuah kisah yang ia karang sendiri, terkait dengan pembunuhan seorang raja. Semua tindakan tersebut jelas Hamlet arahkan untuk mencari perhatian pamannya. Suatu sikap yang dapat dinilai pengecut, seolah Hamlet takut untuk berhadapan langsung dengan pamannya. Pada saat yang sama, beberapa teman Hamlet melihat hantu yang mengaku dirinya ayah Hamlet. Ketika Hamlet juga melihat hantu ini, ia disuruh untuk membalas dendam karena Claudius telah membunuhnya. Hamlet pura-pura gila untuk menjebak Claudius. Dalam terminologi sastra teori semiotik sangat penting karena sistem bahasa dalam sastra merupakan sistem bahasa kedua, sisana terdapat penanda dan petanda, sistem bahasa adalah lambang/tanda, sehingga dalam sastra , bahasa yang di konsumsi bukan bahasa biasa terutama bahasa puitika. untuk lebih jelasnya kita akan melihat teori semiotik ini meliputi; historitas, pendekatan, teori, prosedur (metode), asumsi tentang tentang karya sastra dan kelibihan juga kekurangannya. Semiotika dalam tindak penelitian sastra menjadi salah satu pendekatan, yang terhitung kerap digunakan dalam ragam penelitian sastra. Penggalian nilai dan makna melalui tanda-tanda yang terdapat pada karya sastra tentunya akan terkait erat dengan semiotika yang memilki fokus pada sistem tanda. Terkait dengan tindakan analisis semiotik terhadap karya sastra, pada fokus pembicaraan buku ini, maka penelitian sastra (semiotika) akan melibatkan bahasa yang dianggap sebagai media komunikasi dalam bentuk bahasa yang memuat banyak sistem tanda.
Copyrights © 2021