Artikel ini menguraikan pokok-pokok gagasan standar terbaru keluaran International Council on Archives, bertajuk Records in Contexts. Tidak hanya merangkum keempat standar yang ada, standar ini mengutamakan fungsi dan kegiatan setiap arsip sesuai sejarah penciptaannya. Setelah hampir tiga dasawarsa setelah standar pertama (General International Standard Archival Description [ISAD-G]) terbit, standar ini telah mengembangkan pengertiannya sendiri mengenai antara lain asal-usul, fonds, dan aturan asli, menyesuaikannya dengan perkembangan medium informasi yang begitu cepat teralihmediakan sembari mempertanyakan adagium “medium adalah informasi” sejak dasawarsa 1970-an dan perangkat keterbacaan yang dipahami sebagai bukan-arsip. Arsip telah berpindah dari teks menuju konteks.
Copyrights © 2020