Masyarakat Minangkabau yang mendiami Kota Padang turun temurun memiliki rumah gadang tanpa gonjong pada atapnya, berukuran lebih kecil dari rumah gadang bagonjong di daerah darek (darat) Minangkabau, serta atapnya menyerupai atap (kajang) pedati. Bentuk atapnya yang mirip dengan atap pedati menyebabkan rumah gadang ini lazim disebut dengan rumah Kajang Padati. Dirasakan penting dan menarik untuk mengetahui lebih jauh tentang tata ruang rumah tersebut dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, wawancara dan observasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa rumah Kajang Padati merupakan rumah gadang masyarakat Minangkabau yang telah mendiami Kota Padang turun temurun. Dilihat dari arsitektur bangunannya, mendapat pengaruh dari Aceh yang pernah menduduki daerah Padang beberapa abad silam. Ruangan dalam rumah gadang Kajang Padati terdiri dari serambi (beranda), ruang tengah (keluarga), bilik (kamar tidur), ruang dalam, dan dapur. Setiap ruangan mempunyai kegunaan (fungsi) yang mencerminkan kehidupan sosial budaya masyarakat setempat (Padang) sejak dahulu.
Copyrights © 2021