Keberadaan crosshijabers yang dianggap sebagai personal atau komunitas yang mendapat pelabelan negatif dari masyarakat. Fenomena crosshijabers meresahkan masyarakat karena dianggap sebagai penyimpangan orientasi dalam ranah seksual dan dapat memicu tindak pidana. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kedudukan pendidikan Islam dalam menanggulangi fenomena crosshijabers. Metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif dipilih untuk mencapai tujuan atas penelitian ini. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa pendidikan Islam memiliki peran yang signifikan dalam menanggulangi fenomena ini. Islam yang menjadi agama mayoritas dan banyaknya lembaga pendidikan Islam di Indonesia menjadikan pendidikan Islam perlu andil yang besar dalam menanggulangi fenomena ini. Selain itu, dalam Islam juga terdapat larangan penyerupaan antara lelaki dan perempuan. Sehingganya, dengan dilandasakan Alquran dan Hadis, pendidikan Islam dapat mengambil peranannya dalam menanggulangi fenomena crosshijabers dengan lebih menekankan batasan-batasan antara lelaki dan perempuan dalam kajian Alquran Hadis maupun dalam kajian fikih.
Copyrights © 2020