IKM IKA-KE merupakan IKM yang bergerak dibidang produksi makanan khas Cilegon yang memproduksi Gipang Singkong. Pemerintahan daerah saat ini mulai mengenalkan gipang singkong ini sebagai makanan ringan olahan khas Cilegon. Masalah yang dialami oleh IKM IKA-KE yaitu, sering ditemukan beberapa risiko yang terjadi sepanjang alur rantai pasok produk makanan tersebut terutama bahan baku dasar singkong, sehingga pemenuhan jumlah pesanan tidak tercapai. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko dan sumber risiko yang mungkin terjadi dalam aktivitas rantai pasok Gipang Singkong serta mengusulkan aksi mitigasi risiko rantai pasok yang diprioritaskan di IKM IKA-KE. Dalam identifikasi risiko rantai pasok pada penelitian ini menggunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan House of Risk (HOR). Dari hasil identifikasi sepanjang aktivitas rantai pasok Gipang Singkong di IKM IKA-KE diperoleh 32 risiko (risk event) dan 36 sumber risiko (risk agent) serta diusulkan 15 aksi mitigasi risiko rantai pasok pada IKM IKA-KE yaitu memberikan informasi yang jelas kepada konsumen, mengatur jawal waktu tanam dan panen dari bahan baku, mengatur pesanan bahan baku dengan pertimbangan kondisi cuaca, menggunakan timbangan digital, memberikan pelayanan barang return, dibuat SOP untuk waktu memasak, diadakan seleksi sebelum pengemasan, dibuat SOP untuk pengemasan, diadakan inspeksi ulang sebelum pengemasan, memberikan informasi yang lebih detail pada jasa pengiriman, menentukan jadwal pengiriman diwaktu yang tidak sibuk, digunakan alternatif menggunakan mesin (oven), menggunakan satu supplier gula yang terpercaya, pengaturan jadwal kerja yang baik, dan memberikan ruang penyimpanan yang kering.
Copyrights © 2021