Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Vol 32, No 3 (2020): Desember 2020

Hubungan jam tidur kurang optimal terhadap laju alir saliva pada dokter mudaThe relationship of less optimal sleep hour on the salivary flow rate in young doctor

Indah Puti Rahmayani Sabirin (Universitas Jenderal Achmad Yani)
Ratih Widyasari (Universitas Jenderal Achmad Yani)
Nanda Denia Astika Putri (Universitas Jenderal Achmad Yani)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2020

Abstract

Pendahuluan: Saliva merupakan komponen di dalam mulut yang memiliki fungsi yang sangat penting dalam menentukan kondisi lingkungan di dalam rongga mulut. Jam tidur yang kurang optimal dapat memengaruhi irama sirkadian dan tingkat laju alir saliva mengikuti irama sirkadian. Kecepatan laju alir saliva yang tinggi dapat menurunkan risiko terjadinya karies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispengaruh jam tidur yang kurang optimal terhadap laju alir saliva. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan penelitian studi cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah dokter muda di Rumah Sakit Dustira yang diambil secara total sampling dengan jumlah 55 sampel. Pemeriksaan laju alir saliva diambil menggunakan metode tanpa stimulasi yang diukur dengan stopwatch selama 60 detik. Data laju alir saliva dianalisis secara statistik menggunakan korelasi Spearman. Hasil: Terdapat hubungan antara jam tidur yang kurang optimal terhadap laju alir saliva (p=0,017, r=0,320). Simpulan: Jam tidur yang kurang optimal dapat memengaruhi kecepatan laju alir saliva menjadi lebih tinggi.Kata kunci : Irama sirkadian, jam tidur kurang optimal, laju alir saliva, saliva. ABSTRACTIntroduction: Saliva is a component in the oral cavity with a vital function in determining the environmental conditions. Less optimal sleep hours can affect the circadian rhythms and the salivary flow rates along with the circadian rhythms. High salivary flow rate can reduce the risk of caries. This study was aimed to analyse the effect of less optimal sleep hour on the salivary flow rate. Methods: This research was an analytic study with a cross-sectional study design. This study’s sample was young doctors at Dustira Hospital who were taken by total sampling, which obtained 55 samples. The salivary flow rate examination was taken using the non-stimulation method measured by a stopwatch for 60 seconds. The salivary flow rate data were statistically analysed using the Spearman correlation. Results: There was a relationship between less optimal sleep hour and the salivary flow rate (p=0.017; r=0.320). Conclusion: Less optimal sleep hour can increase the salivary flow rate.Keywords: Circadian rhythm, less optimal sleep hour, salivary flow rate, saliva.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jkg

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions

Description

Bidang cakupan Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran adalah semua bidang ilmu kedokteran gigi, yaitu biologi oral; ilmu dan teknologi material gigi; bedah mulut dan maksilofasial; pedodonsia; ilmu kesehatan gigi masyarakat, epidemiologi, dan ilmu kedokteran gigi pencegahan; konservasi gigi, ...