Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Indeks karies gigi murid usia 12 tahun dengan tingkat pendapatan orangtua rendah dan tinggiDental caries index of 12-years-old students with low and high parental income levels Meilani Yustri Hutami; Marlin Himawati; Ratih Widyasari
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 3, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v2i2.22124

Abstract

Pendahuluan: Karies adalah penyakit gigi yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Karies gigi sering dialami oleh anak usia sekolah. Karies disebabkan oleh banyak faktor. Empat faktor risiko primer atau yang utama adalah host, mikroorganisme, substrat, dan waktu. Faktor risiko sekunder terdiri dari usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, ras, lingkungan, perilaku, dan  sosioekonomi. Sosioekonomi biasanya berhubungan dengan pendapatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui indeks karies gigi berdasarkan tingkat pendapatan orangtua murid usia 12 tahun. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan tiga cluster sekolah dasar terpilih dari 125 cluster sekolah dasar yang berada di Kota Cimahi dengan menggunakan cluster random sampling yang terdiri dari 150 subjek anak untuk dilakukan penelitian. Hasil: Anak berusia 12 tahun dengan pendapatan orangtua tinggi menunjukkan indeks DMFT rendah yaitu 1,2 dan orangtua dengan pendapatan rendah menunjukkan indeks DMFT tinggi yaitu 4,1 dikarenakan pendapatan tinggi dapat mempunyai akses terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang khusus dan upaya pencegahan karies gigi. Pendapatan tinggi dapat memperlihatkan indeks DMFT lebih rendah. Faktor lain yang dapat mempengaruhi yaitu akses kesehatan, lingkungan, diet, serta perawatan kesehatan gigi dan mulut.  Simpulan: Murid dengan orangtua berpendapatan tinggi menunjukkan indeks DMFT rendah yaitu 1,2 dan murid dengan orangtua berpendapatan rendah menunjukkan indeks DMFT tinggi yaitu 4,1.Kata kunci: Indeks karies, karies, pendapatan orangtua ABSTRACTIntroduction: Caries is a dental disease that affects many Indonesians. School-age children often experience dental caries. Caries is caused by many factors. The four primary risk factors are hosts, microorganisms, substrate, and time. Secondary risk factors are age, gender, education level, race, environment, behaviour, and socioeconomics. Socioeconomics is usually related to income. The purpose of the study was to determine dental caries index based on the level of 12-years-old students based on their parent’s income. Methods: This research was descriptive with three clusters of selected primary schools from 125 clusters of elementary schools in the city of Cimahi using random cluster sampling consisted of 150 child subjects. Results: 12-years-old children with high parental income showed a low DMFT index of 1.2 and low-income parents showed a high DMFT index of 4.1 because high income could have access to special dental and oral health services and prevention efforts for dental caries. High income showed a lower DMFT index. Other factors affected were health access, environment, diet, and dental and oral health care. Conclusion: Students with high-income parents show a low DMFT index of 1.2 and students with low-income parents show a high DMFT index of 4.1.Keywords: Caries index, caries, parental income
Hubungan jam tidur kurang optimal terhadap laju alir saliva pada dokter mudaThe relationship of less optimal sleep hour on the salivary flow rate in young doctor Indah Puti Rahmayani Sabirin; Ratih Widyasari; Nanda Denia Astika Putri
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 32, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v32i3.28958

Abstract

Pendahuluan: Saliva merupakan komponen di dalam mulut yang memiliki fungsi yang sangat penting dalam menentukan kondisi lingkungan di dalam rongga mulut. Jam tidur yang kurang optimal dapat memengaruhi irama sirkadian dan tingkat laju alir saliva mengikuti irama sirkadian. Kecepatan laju alir saliva yang tinggi dapat menurunkan risiko terjadinya karies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispengaruh jam tidur yang kurang optimal terhadap laju alir saliva. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan penelitian studi cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah dokter muda di Rumah Sakit Dustira yang diambil secara total sampling dengan jumlah 55 sampel. Pemeriksaan laju alir saliva diambil menggunakan metode tanpa stimulasi yang diukur dengan stopwatch selama 60 detik. Data laju alir saliva dianalisis secara statistik menggunakan korelasi Spearman. Hasil: Terdapat hubungan antara jam tidur yang kurang optimal terhadap laju alir saliva (p=0,017, r=0,320). Simpulan: Jam tidur yang kurang optimal dapat memengaruhi kecepatan laju alir saliva menjadi lebih tinggi.Kata kunci : Irama sirkadian, jam tidur kurang optimal, laju alir saliva, saliva. ABSTRACTIntroduction: Saliva is a component in the oral cavity with a vital function in determining the environmental conditions. Less optimal sleep hours can affect the circadian rhythms and the salivary flow rates along with the circadian rhythms. High salivary flow rate can reduce the risk of caries. This study was aimed to analyse the effect of less optimal sleep hour on the salivary flow rate. Methods: This research was an analytic study with a cross-sectional study design. This study’s sample was young doctors at Dustira Hospital who were taken by total sampling, which obtained 55 samples. The salivary flow rate examination was taken using the non-stimulation method measured by a stopwatch for 60 seconds. The salivary flow rate data were statistically analysed using the Spearman correlation. Results: There was a relationship between less optimal sleep hour and the salivary flow rate (p=0.017; r=0.320). Conclusion: Less optimal sleep hour can increase the salivary flow rate.Keywords: Circadian rhythm, less optimal sleep hour, salivary flow rate, saliva.