Jurnal Fitopatologi Indonesia
Vol 17 No 3 (2021)

Ruang Pendingin Nol Energi untuk Pengelolaan Pascapanen Antraknosa pada Capsicum frutescens

Nuzila Fitri Filaila (Universitas Gadjah Mada)
Suryanti Suryanti (Universitas Gadjah Mada)
Ani Widiastuti (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fak. Pertanian, Universitas Gadjah Mada)



Article Info

Publish Date
25 Jul 2021

Abstract

Ruang Pendingin Nol Energi untuk Pengelolaan Pascapanen Antraknosa pada Capsicum frutescens Salah satu penyebab kehilangan hasil cabai pascapanen adalah penyakit antraknosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan ruang pendingin nol energi atau zero energy cool chamber (ZECC) dalam menekan keparahan penyakit antraknosa pada komoditi cabai rawit (Capsicum frustescens) serta memperpanjang daya simpan buah cabai. Penelitian dimulai dengan merancang dan membuat ZECC sebagai tempat penyimpanan cabai. Buah cabai diinokulasi Colletotrichum gloeosporioides dan tanpa inokulasi (kontrol) disimpan pada dua kondisi, yaitu di dalam ZECC dan tempat penyimpanan dengan suhu ruang. Pertumbuhan C. gloeosporioides mengalami penghambatan sebesar 40.48% setelah disimpan di dalam ZECC dibandingkan dengan pertumbuhannya pada suhu ruang. Penyimpanan cabai rawit di dalam ZECC mampu menekan keparahan penyakit antraknosa sebesar 56.2% pada hari ke-15, tidak memengaruhi kandungan vitamin C dan total padatan terlarut (TSS) serta mampu mengurangi susut bobot cabai selama penyimpanan. Berdasarkan uji organovisual dengan metode visual quality rating dan Hedonic sensory test, konsumen lebih menyukai cabai yang disimpan di dalam ZECC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan di dalam ZECC dapat memperpanjang umur simpan cabai rawit. Model tempat penyimpanan ini tidak menggunakan listrik atau bersifat zero energy sehingga dapat digunakan oleh petani berskala kecil. Ini adalah laporan pertama penggunaan ZECC untuk pengelolaan penyakit antraknosa pada cabai pascapanen di Indonesia.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jfiti

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Fitopatologi Indonesia (JFI) is an official publication owned by the Indonesian Phytopathology Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia). In 2010, JFI management was given to PFI Komda Bogor. Since then, JFI has been published 6 times (January, March, May, July, September, and ...