Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh menggunakan fraud pentagon dalam pendeteksian kecurangan laporan keuangan (manajemen laba) menggunakan metode Modified Jones pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode tahun 2014 – 2018 dengan jumlah 66 perusahaan (330 sampel). Metode pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan menggunakan model analisis regresi berganda. Manajemen laba dalam penelitian ini menggunakan proksi discretionary accrual (DA). Fraud pentagon dalam penelitian yang diproksikan dengan financial stability (ACHANGE), external pressure (LEV), nature of industry (Receivable), ineffective monitoring (BDOUT), rationalization (AUDCHANGE), competence (DCHANGE), dan arrogance (CEOPIC). Hasil penelitian menunjukan bahwa financial stability (ACHANGE), external pressure (LEV), dan nature of industry (Receivable) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba. Proksi ineffective monitoring (BDOUT) dan competence (DCHANGE) memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap pendeteksian manajemen laba. Sedangkan rationalization dan arrogance tidak berpengaruh terhadap pendeteksian manajemen laba di dalam perusahaan.
Copyrights © 2020