Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Persepsi Mahasiswa Jurusan Akuntansi Terhadap Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) Ditinjau Dari Faktor-faktor yang Mempengaruhinya (Motivasi Gelar, Motivasi Karir, Motivasi Ekonomi) Ferdinandus Agung Himawan; Ika Nur Amalia
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 18 No 2 (2015): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.306 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v18i2.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, dan menganalisis secara empiris bagaimana persepsi mahasiswa/siswi S1 akuntansi khususnya di Institut Bisnis Nusantara tentang PPAk. Ditinjau dari faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu, gelar, karir, ekonomi terhadap PPAk sebagai sarana pendidikan profesional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa / siswi di Institut Bisnis Nusantara, yang menjadi sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa/siswi S1 jurusan Akuntansi yang sedang/telah duduk pada semester VI keatas periode 2012/2013 yang telah atau sedang menempuh mata kuliah audit, dengan jumlah responden sebanyak 60 responden. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel Motivasi Gelar (X1), Motivasi Karir (X2), dan Motivasi Ekonomi (X3) secara simultan atau bersama – sama terhadap PPAk (Y). Melalui Uji F (Global Test), dengan taraf signifikansi sebesar 5% (0,000< 0,05). Berdasarkan hasil penelitian Uji t ( Individual Test ) yang dilakukan, terlihat jelas bahwa variabel Motivasi Karir memberikan pengaruh yang paling dominan dalam mempengaruhi PPAk, dengan nila (X2) sebesar 2,529.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP AUDIT DELAY (AUDIT REPORT LAG) PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2011-2014 Ferdinandus Agung Himawan; Raisa Amanda
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 18 No 3 (2015): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.463 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v18i3.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor solvabilitas, profitabilitas, ukuran perusahaan, opini audit, dan ukuran kantor akuntan publik yang mempengaruhi audit delay. Periode penelitian yang digunakan berjangka 4 tahun yaitu 2011-2014. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu sampel yang diambil dari laporan keuangan perusahaan yang Go Public. Sampel yang memenuhi kriteria pada penelitian ini berjumlah 284 sampel. Penelitian menggunakan Statistik deskriptif, Uji asumsi klasik, Uji spesifikasi model, dan Analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, opini audit, dan ukuran KAP berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay. Sedangkan solvabilitas dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Hasil dari variabel solvabilitas tidak berpengaruh secara signifikan sebesar 0,2859. Dan variabel profitabilitas juga menunjukkan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap audit delay dengan nilai signifikan sebesar 0,3593. Variabel ukuran perusahaan dengan proksi size berpengaruh secara signifikan sebesar 0,0030. Variabel opini audit berpengaruh secara signifikan sebesar 0,0107. Dan variabel ukuran KAP mempengaruhi audit delay dengan nilai signifikan sebesar 0,0056 pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014. Sedangkan seluruh variabel ini mempengaruhi sebesar 68,93% terhadap audit delay. Sedangkan 31,07% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain dari variabel-variabel yang diteliti pada penelitian ini.
ANALISIS PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN DENGAN MODERASI KUALITAS AUDIT PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAPAT DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013-2017 Ferdinandus Agung Himawan
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 22 No 3 (2019): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.468 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v22i3.173

Abstract

Laporan keuangan merupakan salah satu media utama yang digunakan oleh perusahaan untuk mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak internal dan eksternal perusahaan. Standar Akuntansi Keuangan merupakan standar dalam penyusunan laporan keuangan, maka dalam usaha untuk menyempurnakan laporan keuangan tersebut diperlukan Integritas Laporan keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah GCG, Profitabilitas, dan Leverage berpengaruh terhadap Integritas Laporan Keuangan dengan Moderasi Kualitas Audit. Perhitungan integritas laporan keuangan memperhitungkan cadangan yang tidak tercatat yang ada dalam laporan keuangan khususnya yang berkaitan dengan operasi seperti: bad debt allowance, depreciation allowance, deferred revenue, pension liabilities, dan kewajiban estimasi lainnya. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode pengamatan 2013-2017, sebanyak 50 perusahaan. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas laporan keuangan, ternyata secara signifikan dipengaruhi oleh Kepemilikan institusional, Komisaris independen dan Prifitabilitas (ROA). Kepemilikan Institusional yang diproksikan dengan jumlah lembar saham yang dimiliki institusi berpengaruh positif sigifikan terhadap integritas laporan keuangan dengan signifikansi 0.022 < 0.05 (pada α=5%) dengan nilai koefisien 3.786. Komisaris independen yang diproksikan dengan Bdout berpengaruh positif signifikan terhadap integritas laporan keuangan dengan nilai signifikansi 0.078 < 0.1 (pada α=10%) dengan nilai koefisien 10. 373. Profitabilitas yang diproksikan dengan ROA berpengaruh negatif signifikan terhadap integritas laporan keuangan dengan nilai signifikansi 0.021 < 0.05 (pada α=5%) dengan nilai koefisien -10.649. Hal ini menunjukkan bahwa Kepemilikan institusi, Komisaris independen, dan Profitabilitas merupakan informasi yang berguna bagi para investor dan para stake holder pemakai laporan keuangan dan faktor-faktor tersebut menjadi bahan pertimbangan para investor dan para stake holder guna mendapat informasi yang lebih relevan mengenai penyajian laporan keuangan perusahaan yang bersifat konservatif dan berintegritas.Kata Kunci: Integritas Laporan Keuangan, GCG, Profitabilitas, Leverage, Kualitas Audit
ANALISIS PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, LEVERAGE, PROFITABILITAS, DAN LIKUIDITAS TERHADAP AUDIT REPORT LAG PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2014-2018 Ferdinandus Agung Himawan; Venda Venda
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 23 No 1 (2020): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.329 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v23i1.192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial distress, leverage, profitabilitas, dan likuiditas terhadap audit report lag. Periode penelitian yang digunakan berjangka 5 tahun yaitu 2014-2018. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu sampel yang diambil dari laporan keuangan perusahaan go public. Sampel yang memenuhi kriteria pada penelitian ini berjumlah 115 sampel. Penelitian menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis data panel, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress yang diproksikan dengan Z-Score, leverage yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER), dan profitabilitas yang diproksikan dengan Return On Asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap audit report lag. Sedangkan likuiditas yang diproksikan dengan Current Ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap audit report lag. Hasil dari variabel financial distress berpengaruh signifikan sebesar 0,0000. Variabel leverage berpengaruh signifikan sebesar 0,0329. Variabel profitabilitas berpengaruh signifikan sebesar 0,0023. Variabel likuiditas tidak berpengaruh signifikan sebesar 0,2729. Seluruh variabel ini memiliki pengaruh sebesar 66,03% terhadap audit report lag. Sedangkan sisanya 33,97% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain variabel yang diteliti dalam penelitian ini.
ANALISIS PENGARUH FRAUD PENTAGON TERHADAP PENDETEKSIAN KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2014 - 2018 Ferdinandus Agung Himawan; Restu Sapta Wijanarti
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 23 No 2 (2020): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.13 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v23i2.201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh menggunakan fraud pentagon dalam pendeteksian kecurangan laporan keuangan (manajemen laba) menggunakan metode Modified Jones pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode tahun 2014 – 2018 dengan jumlah 66 perusahaan (330 sampel). Metode pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan menggunakan model analisis regresi berganda. Manajemen laba dalam penelitian ini menggunakan proksi discretionary accrual (DA). Fraud pentagon dalam penelitian yang diproksikan dengan financial stability (ACHANGE), external pressure (LEV), nature of industry (Receivable), ineffective monitoring (BDOUT), rationalization (AUDCHANGE), competence (DCHANGE), dan arrogance (CEOPIC). Hasil penelitian menunjukan bahwa financial stability (ACHANGE), external pressure (LEV), dan nature of industry (Receivable) memiliki pengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba. Proksi ineffective monitoring (BDOUT) dan competence (DCHANGE) memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap pendeteksian manajemen laba. Sedangkan rationalization dan arrogance tidak berpengaruh terhadap pendeteksian manajemen laba di dalam perusahaan.
ANALISIS PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP ACCOUNTING IRREGULARITIES DENGAN MODERASI KUALITAS AUDIT PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAPAT DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2014-2018 Ferdinandus Agung Himawan
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 23 No 3 (2020): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.636 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v23i3.211

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Accounting Irregularioties, ternyata secara signifikan dipengaruhi oleh Kepemilikan Manajemen, Kepemilikan institusional, Komite Audit dan Komisaris independen Kepemilikan Manajemen berpengaruh negatif signifikan terhadap accounting irregularities dengan tingkat signifikansi 0.001< 0.01 dan Kepemilikan Institusional berpengaruh negatif signifikan terhadap accounting irregularities dengan signifikansi 0.000 < 0.01 dengan nilai koefisien -10.844. Komite Audit yang berpengaruh positf siginikan terhadap accounting irregularities dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0.01 serta Komisaris independen berpengaruh negatif signifikan terhadap accounting irregularities dengan nilai signifikansi 0.011 < 0.05 dengan nilai koefisien -10.031. Berdasarkan hasil tabel uji wald yang telah dilakukan pada model 2, pengaruh Kepemilikan manajerial Setelah dimoderasi Kualitas Audit proksi Kepemilikan manajemen menunjukkan koefisien -9.962 dengan arah negatif dan tidak berpengaruh signifikan artinya keberadaan kualitas audit sebagai variabel moderasi memperlemah hubungan antara kepemilikan manajerial dengan Accounting Irregularities Hasil penelitian Variabel Kepemilikan Institusional setelah dimoderasi dengan Kualitas Audit variabel kepemilikan institusional menunjukkan hasil nilai koefisien sebesar -43.831 dengan signifikasi 0,026 < 0,05 artinya dengan keberadaan kualitas audit memperlemah pengaruh antara kepemilikan institusional dengan Accounting Irregularities.Hasil pengujian hipotesis yang dilakukan atas proksi jumlah komite audit (audsize) setelah dimoderasi kualitas audit menghasilkan koefisien 2.645 dengan arah positif artinya keberadaan kualitas audit memperkuat fungsi komite audit Hasil pengujian hipotesis dengan proksi rasio jumlah dewan komisaris independen (BDOUT) terhadap Accounting Irregularities hasil tabel uji wald dengan variabel moderasi, diperoleh nilai koefisien sebesar 15.472 dengan nilai signifikansi sebesar 0,121 > 0,1. artinya dengan keberadaan kualitas audit sebagai variabel moderasi memperlemah pengaruh variabel Bdout terhadap Restatement. Hal ini menunjukkan bahwa Kepemilikan institusi, Komisaris independen, dan Profitabilitas merupakan informasi yang berguna bagi para investor dan para stake holder pemakai laporan keuangan dan faktor-faktor tersebut menjadi bahan pertimbangan para investor dan para stake holder guna mendapat informasi yang lebih relevan
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL, KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, KOMISARIS INDEPENDEN DAN KOMITE AUDIT TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI Ferdinandus Agung Himawan; Riri Fazriah
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 24 No 1 (2021): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.523 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v24i1.225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Intellectual Capital, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Komisaris Independen, Komite audit terhadap Kinerja Keuangan pada Jasa Keuangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2018. Dengan menggunakan metode purposive random sampling yang akan digunakan sebagai penentuan jumlah sampel, sampel pada penelitin ini adalah sebanyak 50 Perusahaan, data penelitian merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan tahun 2014-2018 dengan total sampe 250 firm years. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear bergandaHasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) IC berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja keuangan (2) KM berpengaruh signifikan negatif terhadap kinerja keuangan (3) KI berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan (4) KIND berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan (5) KA berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Namun setelah adanya Ukuran Perusahaan sebagai faktor pemoderasi menjadi (1) SIZE memperkuat pengaruh IC terhadap kinerja keuangan (2) SIZE memperkuat pengaruh Km terhadap Kinerja Keuangan (3) SIZE memperkuat pengaruh KI terhadap Kinerja Keuangan (4) SIZE memperkuat pengaruh KIND terhadap kinerja keuangan (5) SIZE memperlemah pengaruh KA terhadap Kinerja Keuangan
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN UMUR PERUSAHAAN TERHADAP PENGUNGKAPAN INTELLECTUAL CAPITAL Ferdinandus Agung Himawan; Anik Widiastuti
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 24 No 2 (2021): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.428 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v24i2.243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage dan umur perusahaan terhadap pengungkapan Intellectual Capital. Pengungkapan Intellectual Capital dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan jumlah item yang diungkapkan dibagi dengan total item pengungkapan Intellectual Capital (77) menurut Bukh et al (2005). Penelitian ini menggunakan data dari perusahaan manufaktur yang terdapat di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2015-2018. Terdapat 50 sampel perusahaan yang memenuhi kriteria, sehingga total data sampel keseluruhan berjumlah 200. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio ukuran perusahaan yang diukur dengan size dan rasio umur perusahaan yang diukur dengan age berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan Intellectual Capital, masing-masing pada α=1%. Rasio leverage yang diukur dengan debt to asset ratio berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan Intellectual Capital dengan α = 1%, sedangkan rasio profitabilitas yang diukur dengan return on assets tidak berpengaruh terhadap pengungkapan Intellectual Capital.