Kayu Manis sebagai bahan rempah utama namun komoditas ini tdak dapat ditinggalkan bagi ibu rumah tangga, warung makan dan industri rumah tangga lainnya. Ketersediaan kayu manis secara teratur menjadi sesuatu yang penting untuk menjaga kelestarian dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai nilai dan kontribusi Hasil Hutan Bukan Kayu Kayu Manis terhadap pendapatan petani. Penelitian dilaksanakan di sentra produksi kayu kayu manis, Pulau Tidore. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan alat bantu kuesioner terhadap responden petani, responden pedagang, yang dilaksanakan pada Bulan April – Oktober 2020. Responden penelitian yaitu petani dan pedagang. Penentuan responden petani dilakukan secara purposive yaitu responden pemilihan responden adalah petani yang memiliki lahan dalam kawasan hutan di Pulau Tidore. Responden pedagang dipilih berdasarkan metode snowball sampling berdasarkan informasi dari petani. Informasi dan data yang terkoleksi dianalisis menggunakan analisis rantai nilai dan kontribusi pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat terdapat aktor-aktor yang terlibat dalam rantai nilai yaitu petani, petani pengumpul, pedagang pengumpul dan tengkulak. Produk kayu manis yang dimanfaatkan oleh petani yaitu HHBK Kayu manis memberikan kontribusi terhadap pendapatan petani sebesar 0.13% (Rp. 3,100,144/tahun). Kondisi ini menunjukkan kontribusi pemanfaatan kayu manis dengan produk stik gulungan kering cukup kecil dari pendapatan total petani, namun memberikan pengaruh terhadap pendapatan petani.
Copyrights © 2021