Infeksi yang disebabkan oleh coronavirus jenis baru yakni severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dengan nama penyakitnya sebagai Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) menjadi patogen penyebab utama outbreak penyakit pernapasan. Klorokuin dikabarkan sebagai obat yang potensial bermanfaat untuk SARS-CoV, bahkan penggunaan klorokuin dilaporkan digunakan di berbagai Negara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan studi literatur dari hasil penelitian yang diakses dari berbagai jurnal elektronik. Analisis data yang digunakan adalah meta-analisis konten melalui prosedur interaktif yang terdiri dari empat tahap: pengumpulan data, kondensasi data, presentasi data, dan kesimpulan. Penelitian terdahulu melaporkan bahwa klorokuin memiliki efek antiviral yang kuat terhadap virus SARS-CoV pada sel primata. Efek penghambatan ini teramati ketika sel diperlakukan dengan klorokuin baik sebelum maupun sesudah paparan virus, yang menunjukkan bahwa klorokuin memiliki efek pencegahan maupun efek terapi. Namun bukti efikasi dan keamanan penggunaan klorokuin pada COVID- 19 sangat terbatas, sehinga penggunaan klorokuin dihentikan didasari pertimbangan manfaat dan risiko yang terjadi.
Copyrights © 2021