Dinamika kehidupan yang saling menghargai dan menghormati antara pemeluk agama satu dan agama lain menjadi sangat utama bagi penduduk yang ada di Kota Ambon. Konflik yang pernah terjadi 1999 di Kota Ambon menyebabkan struktur masyarakat menjadi tersegregasi berdasarkan keyakinan masing-masing agama yakni, Islam dan Kristen. Pada dasarnya dahulu Kota Ambon terdiri atas wilayah kerajaan-kerajaan yang faktanya bahwa sampai sekarang masih ada panggilan untuk raja dari negeri yang ada di sana. Awalnya masyarakat Kota Ambon merupakan masyarakat pra-modern yang sering disebut dengan masyarakat adat. Seiring kemajuan zaman dengan berbagai isu dan wacananya, maka di Kota Ambon dengan bentuk pengotak-ngotakan wilayah berdasarkan keyakinan agama menjadi semakin penting untuk di lihat sebagai fenomena kajian sosial budaya. Apakah memang segregasi sosial pascakonflik ini menyebabkan munculnya ideologi Islam, Kristen, konsolidasi dan multikultur?. Hal ini kemudian memiliki dampak, baik secara sosial budaya, ekonomi, politik dan psikologis. Selain itu makna dari segregasi sosial yang terjadi di Kota Ambon memberikan ruang terciptanya pelampauan dialog antarumat beragama yang kemudian berkembang menjadi sebuah tindakan komunikatif yang bebas dominasi.
Copyrights © 2021