2000 ekor ayam isa brown untuk menentukan efek dari bakteri Bacillus subtilis dan Saccharomyces cerevisiae yang digunakan dalam bentuk probiotik tercampur dalam pakan untuk menghasilkan produksi pada umur 51 minggu. Evaluasi dilakukan selama 8 minggu masa peletakan di Desa mronjo, kecamatan Selopuro, Kabupaten blitar. Perlakuan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu; P0 (jagung 50% + konsentrat 35% + bekatul 15% + premix 0,2%) dan P1 (Jagung 50% + konsentrat 35% + bekatul 15% + probiotik 0,1%) dianalisis menggunakan t test. Perlakuan diulang 20 kali dengan masing masing terdapat 50 ekor ayam. Parameter meliputi: Konsumsi Pakan (g/ekor), Feed Convertion Ratio, Berat telur (g/butir), Hen Day Production (%), Hen House Production (%), Egg Mass (g/ekor), Income Over Feed Cost (Rp/day). Hasil penelitian menunjukan bahwa berbeda nyata (P>0,05) pada Konsumsi Pakan (114,35 vs 113,78 g/ekor/hari); Feed Convertion Ratio (2,43 vs 2,51); Hen Day Production (75,91 vs 73,72%); Hen House Production (74,96 vs 72,53%); Egg Mass (48,21 vs 46,74 g/ekor/hari); Income Over Feed Cost (157,26 vs 123,50 Rp/ekor) tetapi tidak berbeda nyata pada berat telur ( 63,50 vs 63,50 g/butir). Kesimpulan hasil penelitian pemberian bakteri Bacillus subtilis dan Saccharomyces cerevisiae pada hasil produksi masih belum bisa optimal. Disarankan perlunya penelitian lebih lanjut agar dapat digunakan dalam meningkatkan produksi ayam petelur.
Copyrights © 2020