D. Rudiono
Universitas Islam Kadiri, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK Bacillus subtilis DAN Saccharomyces cerevisiae TERHADAP PRODUKSI AYAM LAYER UMUR 51 MINGGU Rizal Alfani; E. F. Lisnanti; D. Rudiono
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 2, No 2 (2020): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v2i2.8994

Abstract

2000 ekor ayam isa brown untuk menentukan efek dari bakteri Bacillus subtilis dan Saccharomyces cerevisiae yang digunakan dalam bentuk probiotik tercampur dalam pakan untuk menghasilkan produksi pada umur 51 minggu. Evaluasi dilakukan selama 8 minggu masa peletakan di Desa mronjo, kecamatan Selopuro, Kabupaten blitar. Perlakuan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu; P0 (jagung 50% + konsentrat 35% + bekatul 15% + premix 0,2%) dan P1 (Jagung 50% + konsentrat 35% + bekatul 15% + probiotik 0,1%) dianalisis menggunakan t test. Perlakuan diulang 20 kali dengan masing masing terdapat 50 ekor ayam. Parameter meliputi: Konsumsi Pakan (g/ekor), Feed Convertion Ratio, Berat telur (g/butir), Hen Day  Production (%),  Hen  House  Production (%),  Egg  Mass  (g/ekor),  Income  Over  Feed  Cost (Rp/day). Hasil penelitian menunjukan  bahwa berbeda nyata (P>0,05) pada Konsumsi Pakan (114,35 vs 113,78 g/ekor/hari); Feed Convertion Ratio (2,43 vs 2,51); Hen Day Production (75,91 vs 73,72%); Hen House Production (74,96 vs 72,53%); Egg Mass (48,21 vs 46,74 g/ekor/hari); Income Over Feed Cost (157,26 vs 123,50 Rp/ekor) tetapi tidak berbeda nyata pada berat telur ( 63,50 vs 63,50 g/butir). Kesimpulan  hasil   penelitian  pemberian  bakteri   Bacillus   subtilis   dan   Saccharomyces cerevisiae pada hasil produksi masih belum bisa optimal. Disarankan perlunya penelitian lebih lanjut agar dapat digunakan dalam meningkatkan produksi ayam petelur.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK Bacillus subtilis DAN Saccharomyces cerevisiae PADA PRODUKSI LAYER UMUR 24 MINGGU Nanang Agus Saputro; E. F. Lisnanti; D. Rudiono
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 2, No 2 (2020): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v2i2.9027

Abstract

700 ekor Isa Brown digunakan untuk menentukan efek dari bakteri  Bacillus subtilis dan Saccharomyces cerevisiae yang 'siap dicampur dalam bentuk probiotik pakan' untuk menghasilkan kinerja pada layer usia 24 minggu. Evaluasi dilakukan selama 4 minggu di kandang Bapak Kholil, yang terletak di Kecamatan Kademangan Desa Dawuhan, Kabupaten Blitar. Perlakuan pakan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: PO (45% jagung + 13,5% merek beras + 7% tepung tulang daging + 23% tepung kedelai + 1,5% premix + 1% tepung batu) dan P1 ( 45% jagung + 13,5% merek beras + 7% tepung tulang daging + 23% tepung kedelai + 1,5% premix + 1% tepung batu + 0,1 probiotik); untuk analisis menggunakan uji t. Parameter dimasukkan: Konsumsi Pakan (g / ekor / hari); FCR; berat telur (g); Produksi Hen Day (%); Massa Telur (g); dan Penghasilan dari Biaya Pakan (Rp / hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan (P> 0,05) pada konsumsi pakan (103,52 vs 103,66 g / ayam), berat telur (56,94 vs 57,57 g / telur), namun, ada pengaruh yang signifikan (P <0,05) pada ayam produksi hari (36,45 vs 47,42%), massa telur (20,78 vs 2,29 g), rasio konversi pakan (6,28 vs 4,40), pendapatan atas biaya pakan masing-masing (-121,96 vs -8, Rp. 72 / ayam). Kesimpulan   dari penelitian   ini   adalah   penambahan   bakteri   Bacillus   subtilis   dan Saccharomyces cerevisiae ke dalam pakan sendiri dapat mempengaruhi konsumsi pakan, produksi hari ayam, tingkat konversi pakan dan pendapatan dari biaya pakan untuk ayam petelur pada 24 minggu usia, tetapi tidak berpengaruh pada berat telur.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK Bacillus subtilis DAN Saccharhomyces cerevisiae TERHADAP PRODUKSI AYAM LAYER UMUR 36 MINGGU Adi Sucipto; E. F. Lisnanti; D. Rudiono
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 2, No 2 (2020): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v2i2.9029

Abstract

900 ekor Isa Brown digunakan menentukan pengaruh dari bakteri Bacillus subtilis dan Saccharhomyces cerevisiae  dalam  bentuk  'pakan  yang  dicampur  probiotik'  untuk  menghasilkan produksi pada umur 36 minggu. Evaluasi dilakukan selama 4 minggu masa peletakan di Pak suryono Farm, yang terletak di Desa Bendosari, Kecamatan Kademangan, Kota Blitar. Perlakuan pakan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: P0 (30% pakan konsentrat + 50% jagung + 20% bekatul + 0,2% premix) dan P1 (30% pakan konsentrat + 50% jagung + 20% bekatul + 0,1% probiotik); analisis menggunakan t test. Perlakuan diulang 18 kali, dan masing-masing terdiri dari 25 ekor ayam. Parameter meliputi: Konsumsi Pakan (g / ekor / hari); Rasio Biaya Pakan; Berat Telur (g / ekor / hari); Hen Day Production (%); Hen House Production (%); Egg Mass (g / ekor / hari); dan Income Over Feed Cost (Rp / hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak berbeda nyata (P> 0,05) pada Berat Telur (66,65 vs 66,61 g / ekor / hari) dan Feed Convertion Ratio (2,38 vs 2,37). Tetapi, berbeda nyata (P <0,05) pada Hen Day Production (68,88 vs 70,20%), Hen House Production (68,67 vs 70,09%), Egg Mass (45,85 vs 46,69 g / ekor / hari), Konsumsi Pakan (106,08 vs 107,92 g / ekor / hari), dan Income Over Feed Cost (122,04 vs Rp 93,21 / hari). Disimpulkan bahwa perlakuan dapat meningkatkan performa produksi, tetapi tidak menguntungkan. Saran berdasarkan penelitian pakan yang dicampur probiotik dapat meningkatkan kinerja bakteri terutama pada saluran pencernaan.