Budaya Patriarki di Indonesia sudah menjadi sebuah hal yang umum dan tampak biasa saja. Perempuan selalu melihat diri mereka satu tingkat dibawah kemampuan laki-laki, padahal hal yang membedakan laki-laki dan perempuan hanyalah sebatas organ tubuh. Jika ada perempuan yang sadar akan hal tersebut, jarang bagi mereka untuk memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan dan memilih untuk tetap berada dalam belenggu patriarki. Diperlukan sebuah wacana untuk menggugah pemikiran perempuan supaya melihat lebih luas bahwa sebuah patriarki adalah sistem yang normatif bagi negara, budaya dan agama, namun setiap perempuan sebenarnya memiliki pilihan atas kebebasan dirinya. Hasil dari penelitian ini adalah aku sebagai perempuan yang hidup dalam keluarga patriarki memiliki pandangan yang berbeda mengenai perempuan. Proses rekonstruksi diri yang aku jalani, menghasilkan sebuah pandangan bahwa perempuan dapat memegang kendali atas dirinya dan tidak ditentukan oleh budaya normatif. Hal tersebut juga di pengaruhi oleh buku bacaan yang selama ini aku baca. Dari buku yang aku baca, aku meyakini hal yang berbanding terbalik dengan idealisasi budaya, dalam realita sekitarku banyak perempuan yang sebenarnya tidak sepenuhnya mengikuti sesuai dengan idealisasi budaya. Maka dari itu, aku memiliki pandangan untuk menghancurkan idealisasi perempuan lalu memilih untuk memahami tubuhku, pemikiranku dan kebebasan diriku sebagai perempuan.
Copyrights © 2018