Keterikatan yang terjalin antara guru sekolah dasar dengan siswa menyebabkan rendahnya keinginan para guru sekolah dasar untuk tidak bekerja saat mengalami masalah kesehatan atau kelelahan kerja. Keterikatan tersebut mendorong tingginya prevalensi presenteeism dengan banyak konsekuensi negatif yang mengikutinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh task significance, perceived supervisor support, dan conscientiousness terhadap presenteeism Guru Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Guru Sekolah Dasar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Responden pada penelitian ini adalah sebanyak 177 Guru Sekolah Dasar. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Pada penelitian ini presenteeism sebagai sebuah takaran produktivitas ketika bekerja dalam kondisi sakit diukur dengan menggunakan Work Limitation Questionnaire, sementara task significance diukur menggunakan Job Diagnostic Survey, perceived supervisor support diukur mengunakan sub-perceived supervisor support scale, dan dimensi conscientiousness diukur menggunakan The Big Five Inventory. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil analisis data menemukan bahwa terdapat pengaruh task significance, perceived supervisor support, dan conscientiousness secara simultan terhadap presenteeism guru sekolah dasar.
Copyrights © 2021