Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
Vol. 4 No. 3 (2020)

Pengaruh Pengelolaan Hutan berbasis Kearifan Lokal terhadap Kelestarian Keanekaragaman Hayati

Maulida, Mawar (Unknown)
Mardiana, Rina (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Jun 2020

Abstract

Hutan Adat Kasepuhan Karang merupakan salah satu hutan adat yang telah diakui keberadaannya oleh negara. Masyarakat Adat Kasepuhan Karang merupakan masyarakat yang tinggal di wilayah hutan adat tersebut karena memiliki ikatan pada lingkungan alam. Berdasarkan sejarah hidupnya, mereka meyakini kearifan lokal dalam mengelola hutan yang telah diwariskan oleh leluhur. Kearifan lokal tersebut berbentuk anjuran dan larangan yang diyakini dapat memberikan dampak pada kondisi hutan termasuk kelestarian keanekaragaman hayatinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepatuhan masyarakat adat pada anjuran dan larangan terhadap kelestarian keanekaragaman hayati di Hutan Adat Kasepuhan Karang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan kuisioner yang didukung dengan data kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan masyarakat menjalankan anjuran berpengaruh terhadap kelestarian keanekaragaman hayati. Sementara itu kepatuhan menjauhi larangan tidak berpengaruh terhadap kelestarian keanekaragaman hayati. Hal ini disebabkan karena masyarakat memandang larangan tidak berdampak langsung pada kondisi hutan.Kata kunci: kearifan lokal, hutan adat, kelestarian keanekaragaman hayati=====ABSTRACTKasepuhan Karang Customary Forest is one of the customary forests that has been approved by the government. Kasepuhan Karang Community is a community that lives in the customary forest that bonded with the environment. Based on their history, they believe in local wisdom to manage the forest that has been inherited by the ancestor. The local wisdom consists of suggestion and prohibition which is believed can affect the forest including the biodiversity. This research goal is to analyze the effect of conformity of community to suggestion and prohibition towards the preservation of biodiversity in Kasepuhan Karang Customary Forest. The methods used in this research is a quantitative approach by using a questionnaire supported with qualitative data by an in-depth interview. Results from this research are conformity of community to suggestion effect on the preservation of biodiversity, meanwhile conformity of community to avoid prohibition not effect on the preservation of biodiversity.Keywords: Customary forest, local wisdom, preservation of biodiversity

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jskpm

Publisher

Subject

Humanities Environmental Science Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, ...