Pelaksanaan perkuliahan khususnya pada matakuliah Pengetahuan Lingkungan masih didominasi dengan metode konvensional yang lebih banyak dengan strategi ceramah atau diskusi sehingga keaktifan ataupun kreativitas mahasiswa masih rendah. Di sisi lain, kaitannya dengan lingkungan, barang bekas atau limbah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan perhatian semua pihak, tidak terkecuali dari bidang pendidikan. Barang bekas atau limbah rumah tangga atau seperti kardus, botol plastik dan kainkain bekas yang dimanfaatkan secara tepat juga akan berguna atau bermanfaat dalam menunjang proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa arsitektur khususnya pada matakuliah Pengetahuan Lingkungan, dengan memanfaatkan limbah atau barang bekas yang terdapat di lingkungan sekitar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana integrasi model PjBL ke dalam pembelajaran Matakuliah pengetahuan lingkungan untuk meningkatkan kemampuan ekoliterasi mahasiswa arsitektur. Lokasi penelitian dilakukan di STT Stikma Internasional Malang dengan jumlah mahasiswa sebanyak 16 mahasiswa. Prosedur penelitian dilakukan dalam tiga tahap utama mulai persiapan, pelaksanaan, dan tahap akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan ekoliterasi mahasiswa sebanyak 70%-85%. Dari hasil temuan ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis proyek terbukti dapat menunjang dan meningkatkan kemampuan ekoliterasi mahasiswa arsitektur.
Copyrights © 2020