Desa Darmakradenan merupakan salah satu desa di wilayah hutan dengan produktifitas petani yang masih rendah disebabkan pengasaan lahan sempit, jenis usaha tani kurang beragam, kurang teroganisasi dan lemahnya regenerasi. Pengelolaan lahan di kawasan hutan memerlukan teknologi yang tepat guna dengan pendekatan sosio-ekologis agar dapat mensejahterakan petani sekaligus tidak merusak fungsi hutan. Penerapan agroforestry berbasis apiculture merupakan salah satu stategi pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan sebagaimana telah dilakukan oleh sebagian petani desa Darmnakradenan. Selain manfaat secara ekonomi, integrasi agroforestri dengan budidaya lebah juga bermanfaat secara ekologi mengingat peran lebah sebagai polinator. Kegiatan KKN tematik ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan kemandirian masyarakat desa Darmakradenan dalam mengelola kawasan hutan dengan menerapkan agroforestry berbasis apiculture dan secara profesional mengembangkannya menjadi komoditas pariwisata. Pendampingan masyarakat difokuskan pada bidang konservasi dan pengelolaan hutan, budidaya dan diversifikasi produk madu, keorganisasian petani kawasan hutan, dan pengembangan wisata. Metode yang dilakukan adalah PRA (Partisipatory Rural Appraisal) yaitu peran aktif pihak yang terlibat yaitu mahasiswa peserta KKN, masyarakat desa Darmakradenan dan Kelompok Tani Hutan Darma Jaya. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan jumlah petani yang tergabung dalam kelompok, peningkatan pemahaman petani tentang arti penting konservasi hutan, keterampilan budidaya tanaman hias, keterampilan membuat produk olahan dari madu, pengelolaan administsasi kelompok tani, dan terjadi koordinasi antar stakeholder untuk pengembangan pariwisata yang menghasilkan rekomendasi arah pengembangan pariwisata desa sebagai dasar pemerintah desa menyusun rencana pembangunan.
Copyrights © 2020