Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Vol 1, No 1 (2021)

PERENCANAAN BENDUNG SEBAGAI PENGENDALI GERUSAN LOKAL (LOCAL SCOURING) PADA PILAR JEMBATAN MAJAPAHIT MALANG

Ibrahim, Tsabita Imania (Staff Ruang Baca Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya)
Pujiraharjo, Alwafi (Unknown)
Suharyanto, Agus (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Jan 2021

Abstract

Bendung merupakan bangunan air yang melintang pada sungai dengan fungsi utama mengatur muka air pada sungai tersebut. Selain berfungsi menaikkan muka air, bendung juga memiliki fungsi untuk mengendalikan gerusan lokal, misalnya pada pilar jembatan dengan mengatur kecepatan aliran. Studi ini bertujuan mengatasi gerusan lokal pada pilar jembatan dengan membuat bendung di hilir pilar. Lokasi penelitian adalah Jembatan Majapahit di Kota Malang yang melintasi Sungai Brantas dimana pada pilarnya terjadi gerusan lokal. gerusan lokal ini disebabkan karena adanya penyempitan pada lokasi pilar jembatan sehingga menyebabkan efek pembendungan di hulu pilar yang mengakibatkan keceapatan aliran yang besar pada lokasi pilar jembatan. Bendung direncanakan di hilir jembatan pada lokasi dan elevasi yang mempertimbangkan pengaruh kenaikan muka air di hulu dan stabilitas tubuh bendung serta kondisi hidrolika aliran setelah adanya bendung pada kondisi banjir rencana. Debit banjir rencana yang digunakan adalah debit banjir dengan kala ulang 50 tahun sebesar 285,45 m3/det yang diperoleh dari analisis data pengukuran debit selama 13 tahun.  Tujuan pembangunan bendung adalah untuk mengurangi kecepatan aliran di hulu bendung sehingga tercipta sedimentasi di hulu bendung yaitu pada pilar jembatan. Kenaikan muka air di hulu bendung diharapkan tidak mempengaruhi kondisi tanah di kanan dan kiri sungai yaitu tidak terjadi limpasan ke tebing sungai sehingga tidak mengganggu pemukiman di kanan dan kiri sungai. Elevasi puncak bendung direncanakan mampu menaikkan muka air di hulu sehingga mengurangi gerusan pada pilar namun tidak menyebabkan banjir di kanan kiri sungai. Dari hasil analisis hidrolika dengan mempertimbangkan kondisi tersebut maka direncanakan bendung dengan pusat pada jarak 15 meter dari hilir jembatan dan elevasi puncak +446,62 m dimana diperlukan bendung setinggi 2,5 m. Di hilir bendung dibuat peredam energi dengan kolam olak USBR Tipe III, dasar kolam olak diturunkan 1 meter dari elevasi sungai di hilir untuk menjaga tinggi loncatan hidrolik tidak melebihi kedalaman normal alirin di hilir bendung. Kata Kunci: debit banjir, aliran kritis, kolam olak, stabilitas

Copyrights © 2021