Simbolisme dalam arti yang sempit khusus untuk artikel ini adalah pemakaian ikon dan simbol untuk menjustifikasi suatu perbuatan yang sebenarnya dapat dievaluasi secara rasional dengan menyorot langsung pada fakta perbuatan tersebut. Contoh dari simbolisme adalah penokohan terhadap seseorang. Simbolisme terlihat pada masyarakat Islam kontemporer sebagai sebuah gejala dalam pergaulan sosial dimana masyarakat menggunakan simbol dan ikon untuk menjustifikasi perbuatan-perbuatan yang dinilai amoral atau pidana dari perspektif sebagian masyarakat, muslim atau non-muslim. Tujuan pertama makalah ini adalah untuk meninjau ajaran Islam mengenai simbolisme dengan latar belakang evolusioner dan sejarah kenabian. Tujuan kedua makalah ini adalah menawarkan solusi atas masalah simbolisme dengan berpijak pada ajaran Islam. Kami menggunakan metode intuisi linguistik dari bidang filsafat analitik untuk mencapai kedua tujuan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa simbolisme adalah sebuah naluri purba manusia yang terus ditentang oleh nabi-nabi dari Adam hingga Muhammad. Simbolisme memunculkan bahaya bagi kelangsungan hidup manusia karena dapat membawa pada perpecahan dan adu domba oleh pihak ketiga sehingga tanpa kesadaran bahwa dirinya telah diperalat, manusia menjalankan agenda-agenda pihak ketiga. Untuk mengatasi masalah ini, kami menawarkan dua solusi. Pertama, solusi vertikal dengan merujuk langsung pada niat dari pelaku dalam melakukan perbuatan. Kedua, solusi horizontal dengan melakukan diskusi dan silaturahmi antar kelompok.
Copyrights © 2021