Pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan diakui sebagai hal yang tidak mudah. Berbagai macam faktor menjadi penyebab rendahnya cakupan bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif. Kurangnya persiapan ibu untuk menyusui serta buruknya pengatahuan, persepsi, sikap, dan perilaku ibu tentang ASI eksklusif adalah faktor penyebab banyaknnya kegagalan pemberian ASI eksklusif. Sementara itu minimnya dukungan lingkungan sekitar ibu yang meliputi petugas kesehatan suami dan keluarga. Susu formula adalah faktor lain yang di tuding sebagai rendanya cakupan pemberian ASI eksklusif (Toto Sudarto & Nur Aini,2019). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian analitik dan desain cross sectional (potong lintang), dimana penlitian menggunakan kuesioner kepada 73 responden dari 90 populasi yang digunakan sebagai sample penelitian dengan menggunakan tehnik random sampling. Penlitian ini akan dilaksanakan pada bulan April 2020 sampai dengan selesai di Desa Gading. Hasil penelitian diperoleh karakteristik yang mengikuti permainan Emo-demo (ASI saja cukup) sebanyak 95,9 % dibanding yang tidak mengikuti sebesar 4,1 %. Ibu yang memberikan ASI eksklusif tanpa makanan tambahan apapun selama 6 bulan sebanyakn72,6 % lebih besar di banding dengan yang tidak ASI sebesar 27,4 % sedangkan hubungan Emo-demo (ASI saja cukup) dengan keberhasilan ASI eksklusif diketahui sebanyak 53 % baik. Berdasarkan uji chi square diperoleh nilai p = 0,04 dengan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ada hubungan antara permainan Emo-demo (ASI saja cukup) dengan keberhasilan ASI ekskslusif Desa Gading. Saran perlu adanya pelatihan berkelanjutan dan pengembangan terhadap modul-modul terbaru Emo-demo untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif
Copyrights © 2020