SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 18, No 2 (2021): Juni 2021

PENGURANGAN TINGKAT DEFECT PRODUK TUBING DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA DI PT PMP

Akhmad Nidhomuz Zaman (Universitas Pembangunan Nasional Veteran jakarta)
Haris Adi Swantoro (Unknown)
Merike Widi Safitri (Unknown)
Rahmayanti Wulandari (Unknown)
Prama Shandyasta Mahindriya (Unknown)
Santika Sari (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Jun 2021

Abstract

Kualitas terutama kualitas dari produk yang diproduksi merupakan salah satu jaminan yang harus diberikan oleh perusahaan terhadap pelanggan. Karena kualitas dari produk merupakan kriteria yang sangat penting digunakan pelanggan dalam menentukan produk yang akan digunakan. Obyek penelitian adalah di PT. PMP, PMP merupakan perusahaan produksi OCTG sebagai salah satu produk keluaran PT. PMP. Perusahaan ini menyokong kebutuhan pipa untuk perusahaan oli dan gas. Proses penelitian dilakukan dengan pendekatan DMAIC. Beberapa permasalahan: terdapat defect pada produk OCTG (khususnya Tubing dan Pup Joint) pada periode 2015-2019. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis Defect yang paling sering terjadi dan nilai level sigma terhadap produk lokal serta mengetahui penyebab terjadinya defect produk perusahaan mitra. Hasil daripada penelitian: jumlah produk defectnya sebesar 11427,39 dan nilai level sigma yaitu 4,45285, maka perusahaan dikatakan menghasilkan produk yang sudah berkualitas. Usulan perbaikan adalah penetapan jadwal maintenance mesin secara berkala, diusahakan ada update mesin baru dan alat potong untuk meningkatkan hasil yang baik, serta menambah jumlah karyawan pada bagian proses yang penting.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...