JURNAL AGROHITA
Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA

PEMETAAN TINGKAT PRODUKTIFITAS JERUK SIAM DI KABUPATEN SAMBAS TAHUN 2015-2020

Nurul Fatimah Yunita (Program Studi Agribisnis Perikanan dan Kelautan dan Politeknik Negeri Sambas)
Kiki Kristiandi (Program Studi Agroindustri Pangan dan Politeknik Negeri Sambas)
Rini Fertiasari (Program Studi Agroindustri Pangan dan Politeknik Negeri Sambas)
Oktavia Nurmawaty Sigiro (Program Studi Agroindustri Pangan dan Politeknik Negeri Sambas)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2021

Abstract

Jeruk siam atau lebih dikenal Jeruk pontianak merupakan salah satu ikon yang dimiliki Kabupaten Sambas. Budidaya jeruk siam di Kabupaten Sambas dimulai pada tahun 1978-2020 dan terus mengalami peningkatan luas tanaman dan produktifitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemetaan produktifitas tanaman jeruk siam dan luas tanaman yang ada di Kabupaten Sambas. Adapun metode yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif dengan pendekatan yaitu secara cross sectional study. Data yang digunakan adalah deret waktu dari tahun 2015-2020. Sedangkan untuk pemetaan wilayah menggunakan Sofware Qauntum Gis 2.18. Data menggunakan rupa bumi Indonesia dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Hasil menunjukan rata-rata sebaran produktifitas jeruk siam di Kabupaten Sambas tahun 2015-2020 terdapat pada Kecamatan Sebawi (74 kg/pohon), Kecamatan Sambas (55 kg/pohon), dan Kecamatan Jawai (54 kg/pohon). Untuk wilayah yang memiliki tingkat produktifitas jeruk siam paling rendah terdapat pada kecamatan Sajingan Besar (15 kg/pohon). Peningkatan hasil pertanian hortikultura tersebut secara berturut-turut mengalami peningkatan di tahun 2018-2020 sedangkan pada tahun 2015-2018 tidak terlalu mengalami peningkatan. Sebaran jumlah tanaman jeruk siam terbesar berada di Kecamatan Tebas dimana jumlah tanaman khusus jeruk siam pada tahun 2015-2020 berkisar di 1.220.000 pohon dan terbesar ke dua berada pada Kecamatan Salatiga. Luas tanaman terdapat pada Kecamatan Tebas (1.296.7000). Untuk luas tanaman yang terrendah berada di Kecamatan Paloh (800 pohon) dan Kecamatan Sajad (849 pohon). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semakin meningkatnya jumlah lahan tanaman dan produktifitas jeruk siam maka akan memiliki hubungan signifikan terhadap pendapatan petani. Dengan adanya peningkatan tersebut maka dukungan selanjutnya adalah diversifikasi pangan jeruk siam.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

agrohita

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam ...