Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Remaja perlu mendapatkan pembinaan dan pendidikan sebagai asset pembangunan bangsa yang akan dibentuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Tantangan besar bagi remaja di era modern ini adalah berkembangnya media sosial, gadget yang memberikan pengaruh besar terhadap pergaulan remaja termasuk perilaku beresiko beresiko. Perilaku berisiko pada remaja didapatkan dari pergaulan tidak sehat dan informasi yang tidak akurat. Keterbukaan komunikasi orang tua dan remaja akan menjadi pondasi yang kuat besar bagi sikap terhadap perilaku seksual beresiko. MOSI-RAJA adalah Model Komunikasi Orang Tua dan Remaja merupakan sebuah model yag disusun berdasarkan penelitian kualitatif tentang perilaku seksual beresiko pda remaja. Penyusunan MOSI-RAJA disusun berdasarkan informasi dari pakar psikologi remaja, pakar bahasa dan pemangku program remaja di Dinas Kesehatan yang perlu di uji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh MOSI-RAJA terhadap sikap orang tua tentang perilaku seksual beresiko pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan metode pretest-posttes control group design. Responden adalah orang tua remaja yang memenuhi kriteria inklusi yang dibagi dalam kelompok perlakuan dan kelompok kontrol masisng-masing 21 orang. Analisis data dengan uji t tidak berpasangan, uji t berpasangan, Mann Whitney U dan Wilcoxon. Usia responden pada kelompok perlakuan dan kontrol sebagian besar pada kelompok usia 40-49 tahun. Pendidikan pada kelompok perlakuan 61,9% SMA dan pada kelompok kontrol 42,9% perguruan tinggi, hampir semua responden pada kedua kelompok tidak bekerja (90,5%). Terdapat perbedaan sikap (p<0,05) antara kelompok perlakuan dan kontrol. Mosi Raja berpengaruh terhadap peningkatan sikap orang tua terhadap perilaku seksual berisiko.
Copyrights © 2021