Dalam kesempatan ini, penulis akan mencoba menganalisis beberapa argumentasi tentang tidak dapat diungkapkannya pengalaman mistis. Dari satu periode ke periode, abad dan tradisi yang berbeda, para mistikus atau sui (‘ârif) telah mengemukakan hal yang sama, yaitu kualitas tak terekspresikan atau tidak dapat diungkapkannya (ineffability) pengalaman penyaksian atau visi mistis (syuhûd). Teori ini pertamakali dikemukakan oleh William James. Kajian dan analisis atas argumentasi-argumentasi tersebut akan penulis mulai dengan terlebih dahulu membincangkan bagaimana James menganalisis gagasan tentang kualitas tidak terlukiskannya (ineffability) pengalaman mistis.
Copyrights © 2011