Kulit buah pisang Muli memiliki potensi sebagai bahan pakan sumber serat pengganti rumput lapang, namun saat ini penggunaannya masih terbatas. Penelitian bertujuan untuk mempelajari penggunaan kulit buah pisang Muli dalam ransum terhadap fermentabilitas dan kecernaan (in vitro). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan ransum yang mengandung 10, 20, 30, dan 40% kulit buah pisang Muli. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan Uji Duncan. Penelitian menghasilkan data yang memberi petunjuk adanya pengaruh nyata (P<0,05) terhadap fermentabilitas dan kecernaan ransum yang mengandung berbagai kulit buah pisang Muli. Penggunaan kulit buah pisang Muli sebanyak 40% menghasilkan VFA, kecernaan bahan kering dan bahan organik yang tertinggi dengan konsentrasi N-NH3 yang terendah yaitu berturut-turut sebesar 161,5 mM, 66,72%, 66,15% dan 1,94 mM. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan kulit buah pisang Muli dapat sebanyak 40% dapat digunakan dalam ransum untuk menggatikan rumput lapang.
Copyrights © 2020