Tantangan pesantren di era revolusi industri 4.0 adalah menghadapi kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi yang menimbulkan berbagai macam perubahan aspek kehidupan. Pesantren tidak bisa lagi bersikukuh mengunakan metode konvensional, seperti ceramah (sorogan dan bandongan). Akan tetapi, media pembelajaran yang dilaksanakan oleh pesantren tersebut masih minim, mengingat fasilitas dan dana yang terbatas. Oleh karena itu, perlu adanya solusi dan pendampingan dalam rangka revitalisasi media pembelajaran kitab kuning di pesantren tersebut. Metode yang digunakan adalah dengan sosialisasi tentang pentingnya revitalisasi media pembelajaran kitab kuning ke pesantren, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan penerapan media pembelajaran kitab kuning berbasis teknologi. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk revitalisasi media pembelajaran kitab kuning di pesantren, maka perlu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu: 1) mengubah mindset kyai atau ustadz tentang perlunya media pembelajaran berbasis teknologi, 2) penggunaaan media berbasis teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan agama yang mendalam agar tidak disalahgunakan, 3) Pengguna media berbasis teknologi harus tetap mengontrol kegiatan pembelajaran secara langsung sebagai upaya untuk mengantisipasi pengaruh negatif dari teknologi.
Copyrights © 2021