Media sosial mengembangkan pola komunikasi interaktif antara partai dengan masyarakat. Kondisi seperti itu, masyarakat dimampukan untuk punya akses yang lebih demi penyaluran aspirasi politik kepada partai politik atau para para kandidat politik. Dalam waktu yang kurang lebih bersamaan, partai politik atau actor politik yang berkepentingan dapat mengkonsolidasikan dukungan konstituen dengan lebih mudah dan cepat guna memobilisasi mereka misalnya pada waktu kampanye politik. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan sejauh mana kaitan dan titik hubung antara media sosial, komunikasi dan fenomena elektoral baru dalam pilkada 2020, khususnya Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dan metode studi kasus. Penelitian menemukan bahwa terjadi perubahan mendasar bagaimana media sosial berpengaruh pada perilaku dan paradigma elektoral baru dan berkembang di Indonesia. Media sosial tidak hanya menjadi tools saja tapi menegaskan mediatisasi politik Indonesia selanjutnya.
Copyrights © 2021