Air limbah domestik merupakan salah satu permasalahan kota yang kompleks, tetapi nyaris dikesampingkan dan tidak di kelola dengan baik. Wilayah studi yaitu Kelurahan Ballaparang Kecamatan Rappocini Kota Makassar sebagai pusat pemukiman dan perdagangan jasa. Dalam pengembangan kota tidak lepas dari penyediaan utilitas kota termasuk sarana dan prasarana pengelolaan air limbah pemukiman yang saat ini mendesak untuk disusun strategi pengelolaan air limbah domestik di permukiman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis skoring untuk mengatahui kondisi selanjutnya menggunakan metode analisis kualitatif untuk merumuskan arahan konsep penanganan yang akan digunakan. Berdasarkan analisis pembobotan setelah dilakukan pemberian skor setiap indikator pada masing-masing variabel tingkat ketersediaan sistem pengelolaan air limbah domestik masuk dalam kategori sedang yaitu 359-270. Selanjutnya menggunakan analisis kualitatif untuk arahan pengelolaan air limbah domestik memiliki beberapa alternatif yaitu on site system (septik tank dan bioseptik tank), dan untuk off site system (IPAL ABR dan IPAL Biofilter). Berdasarkan pertimbangan ketersediaan lahan, efesiensi biaya, kondisi social, dan kemudahan pengerjaan maka disarankan menggunakan IPAL Komunal yaitu IPAL ABR, apabila pada saatnya nanti kelurahan ballaparang sudah masuk dalam penanganan air limbah terpadu maka system ini langsung bisa tersambung ke jaringan IPAL Terpadu Kota Makassar.
Copyrights © 2021