BAHAS
Vol 30, No 4 (2019): BAHAS

MEMBACA WINNETOU

Indah Aini (Unknown)



Article Info

Publish Date
18 Jun 2020

Abstract

Sejak tahun 1960-an, karya sastra popular Amerika berkembang pesat yang menyebabkan lunturnya anggapan bahwa karya sastra popular adalah karya sastra rendahan yang tidak layak dibaca. Salah satu contoh karya sastra popular yang sampai saat ini masih diapresiasi oleh banyak orang, terutama di Jerman, adalah Winnetou karya Karl May. Karya sastra ini kemudian diadaptasi kelayar lebar, drama panggung, komik, dan diterjemahkan kedalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia, bahkan bahasa Sunda. Diskusi dalam artikel ini meliputi perkembangan/transformasi Winnetou sejak tahun 1950 sampai dengan tahun 2012, dan bagaimana apresiasi dan penerimaan masyarakat Jerman dan Indonesia terhadap transformasi karya sastra tersebut, dengan menggunakan teori resepsi sastra sebagai pisau analisis. Pada akhir diskusi dapat disimpulkan bahwa Winnetou telah “menyihir” banyak orang, bukan saja di “tanah kelahirannya” di Jerman (tempat di mana Winnetou ditulis dan terbit pertama kali, namun juga di Indonesia, daerah yang secara geografis maupun kultural memiliki perbedaan yang sangat jauh. Kata kunci: sastra populer, resepsi sastra, Winnetou, Karl May

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

bahas

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri ...