Produksi dan konsumsi sebagai pendorong bagi manusia dalam memperbaiki kondisi material dan moral dan sebagai sarana untuk mencapai tujuan kesejahteraan, kerap dikaitkan dengan etika. Jika produsen tidak menindahkan etika dalm produksi, maka konsumen akan meninggalkannya. Al-Qur’an memberi atensi etika dalam produksi, distribusi dan konsumsi.Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui telaah dokumen kepustakaan, analisisnya dengan metode induktif yakni dari lapangan tertentu yang bersifat khusus, kemudian hasil penelitian tersebut ditafsirkan sebagai kesimpulan untuk membangun suatu proposisi atau teori yang dapat digeneralisasikan secara luas. Hasil penelitian menunjukan Aktifitas produsen dalam berproduksi harus selalu berdasarkan semangat al-Qur’an, yaitu bahwa semua aktivitas atau perilakunya harus dilakukan dengan bekerja sungguh-sungguh, berlandaskan shari’ah dan rasa iman serta istiqomah di dalamnya. Selain itu, dalam berproduksi seorang produsen harus memperhatikan etika-etika yang sesuai dengan ajaran al-Qur’an. Adapun etika-etika itu antara lain adalah Adanya keadilan dan kesamaan dalam berproduksi. Produksi dilakukan dengan berorientasi pada kesejahteraan ekonomi. Produksi harus dalam batas-batas halal.
Copyrights © 2021