Penelitian ini membuktikan bahwa, pertama, pola penerjemahan kitab TIKMAL,yang disusun oleh Forum Mudzakarah Tafser al-Qur’an (FMTQ), yang terdiri dari ulama Madura, menggunakan pola penerjemahan dengan pola I’rāb. Pola i’rāb ini biasa hanya ditemukan pada kitab-kitab tafsir seperti keterangan-keterangan yang berhubungan dengan kata, kalimat, dan kandungan ayat. Keduan, kitab TIKMAL ini ditulis dengan dua aksara yaitu latin dan arab pegon yang masing-masing dipisah, hal ini bertujuan agar masyarakat yang hanya bisa baca salah satu tulisan “Arab Pegon dan Latin ” bisa membacanya. Ketiga, Kitab TIKMAL ini adalah terjemahan dari kitab tafsir al-Jalālain.
Copyrights © 2021