Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa SMP pada setiap jenis gaya belajar tunggal (visual, auditori, dan kinestetik). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal. Penelitian ini merupakan kasus tunggal dan dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri di Gunung Putri, Jawa Barat Indonesia. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga siswa kelas 9 yang mewakili masing-masing gaya belajar yaitu S-25 sebagai sampel dengan gaya belajar visual, S-14 sebagai sampel dengan gaya belajar auditory, dan S-26 sebagai sampel dengan gaya belajar kinestetik. Data diolah menjadi tiga tahap yaitu pencocokan pola, pembuatan penjelasan, dan analisis deret waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari indikator kemampuan komunikasi matematis hanya satu indikator yang mampu diselesaikan oleh sampel dengan gaya belajar tipe auditori yaitu indikator penyajian gambar atau diagram menjadi ide matematika.
Copyrights © 2021