Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses serta dampak dalam menghadapi pandemi covid melalui ritual tolak bala oleh masyarakat Dayak Desa Umin. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan metode etnografi. Sumber data yang terkumpul terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh dari dari penelitian lapangan secara langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pengambilan keputusan masyarakat pada tradisi tolak dilakukan melalui media patung dan persembahan yang berupa bagian tubuh hewan. Berlangsungnya tradisi tolak bala dipimpin oleh para pemimpin upacara dengan mantra-mantra khusus dalam bahasa Dayak Desa. Diakhir tradisi tolak bala akan diakhiri suatu keputusan besar yang akan bersifat wajib dilaksanakan oleh seluruh anggota masyarakat Daya Desa Umin apapun keputusan tersebut. Tradisi tolak bala ini merupakan bentuk kearifan lokal suku Dayak Desa yang terbentuk dari pandangan mereka yang terkontruksi dari pemahaman budaya, religi dan lingkungan mereka. Karena yang dihadapi adalah penyakit modern yang berbeda dengan penyakit-penyakit sebelumnya yang cenderung bersifat spiritual, menyebabkan proses tradisi tolak bala dilakukan dengan bebebapa inovasi baru walaupun pemahaman konsep sehat dan sakit yang diyakini masih menggunakan pandangan lokal Dayak Desa.
Copyrights © 2021